Benih Pembinaan, Buah Ketahanan: Bertani dengan Jiwa, Berdaya dengan Ilmu
Lapas Kelas III Mamasa terus berinovasi dalam membina warga binaan melalui program pertanian terpadu yang menyentuh aspek kemandirian dan pembentukan kepribadian. Melalui bimbingan langsung dari instruktur pertanian oleh oleh Bapak Aris Bonggasilomba, Kepala Bidang Hortikultura sekaligus Pelatih Madya dari Dinas Pertanian Kabupaten Mamasa, para warga binaan dibekali ilmu dan keterampilan bertani yang aplikatif, mulai dari pengolahan tanah, penanaman bibit, hingga pemeliharaan tanaman secara berkelanjutan. Program ini bukan hanya sekadar rutinitas, namun bagian dari proses pembentukan mental dan karakter positif bagi para peserta.
Dengan semangat bertani dari balik tembok, warga binaan didorong untuk menanam bukan hanya benih di tanah, tetapi juga benih disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama. Dalam suasana yang penuh semangat, mereka belajar menghargai proses dan waktu juga dua hal yang juga penting dalam menjalani masa pembinaan. Aktivitas di lahan pertanian ini menjadi wadah transformasi yang tidak hanya membentuk kemampuan teknis, tapi juga membentuk pribadi yang lebih tangguh dan optimis menyongsong masa depan.
Select an Image
Program ini juga menjadi bagian dari kontribusi Lapas Mamasa terhadap ketahanan pangan lokal. Hasil pertanian seperti sayuran segar dan tanaman produktif lainnya dimanfaatkan untuk kebutuhan internal dan menunjang konsumsi dapur lapas. Dengan pendekatan ini, pembinaan tidak hanya bersifat individual, tetapi juga memberi manfaat nyata secara sosial dan ekonomi. Warga binaan diberi ruang untuk berperan, berkarya, dan merasa bernilai.
Kegiatan pertanian ini terus mendapat dukungan dari jajaran petugas dan pihak terkait, yang rutin memberikan pendampingan dan evaluasi demi keberhasilan program. Tak hanya menjadi sarana keterampilan, pertanian menjadi media pembinaan spiritual dan emosional, karena setiap tetes keringat di ladang adalah bagian dari proses menuju pribadi yang lebih baik dan bertanggung jawab.
Melalui semangat “Benih Pembinaan, Buah Ketahanan,” Lapas Kelas III Mamasa membuktikan bahwa proses pemasyarakatan dapat menjadi lahan subur bagi pertumbuhan nilai-nilai kehidupan. Dengan ilmu, warga binaan diberdayakan; dengan jiwa, mereka dibina. Dan dari balik batas, tumbuh harapan yang siap panen untuk masa depan yang lebih mandiri dan bermartabat.
@kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #kemenimipas #ditjenpas #ditjenpassulbar #PemasyarakatanPastiBermanfaat #BoyRamdan #AgusAndrianto #Abimanyu #LapasMamasa #diarylapasmamasa





