Senin s.d Kamis - 09.00 s.d 15.00
Jumat s.d Sabtu - 08.30 s.d 11.00

Senin s.d Kamis - 09.00 s.d 15.00
Jumat s.d Sabtu - 08.30 s.d 11.00

Terbina dalam Firman: Gereja Menjadi Titik Awal Perubahan

Terbina dalam Firman: Gereja Menjadi Titik Awal Perubahan

Lapas Kelas III Mamasa kembali menegaskan komitmennya dalam menjalankan pembinaan kepribadian bagi seluruh warga binaan, termasuk melalui pendekatan spiritual keagamaan. Salah satu bentuk nyatanya adalah pelaksanaan ibadah Nasrani di Gedung Gereja lapas yang berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan ibadah ini tidak sekadar menjadi rutinitas keagamaan, melainkan bagian penting dari proses pembinaan batin dan karakter warga binaan.

Pelaksanaan ibadah dipimpin langsung oleh penyuluh agama dari Kementerian Agama Kabupaten Mamasa, yang hadir untuk memberikan pelayanan rohani dan bimbingan keimanan. Dalam khotbah dan doa yang disampaikan, ditekankan pentingnya pertobatan, pengharapan, dan pembentukan hidup yang baru melalui firman Tuhan. Kehadiran Kemenag juga memperkuat sinergi antara instansi pemasyarakatan dan lembaga keagamaan dalam menciptakan pembinaan yang menyentuh sisi terdalam dari setiap pribadi.

Warga binaan yang hadir menunjukkan antusiasme dan ketenangan batin selama pelaksanaan ibadah. Suasana gereja yang sederhana namun penuh damai menjadi tempat mereka merefleksikan kehidupan, menyesali kesalahan masa lalu, dan menumbuhkan tekad untuk memperbaiki diri. Ibadah ini tidak hanya mengisi ruang spiritual, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran moral yang lebih kuat di dalam diri mereka.

Kalapas Kelas III Mamasa menyampaikan apresiasinya terhadap peran Kementerian Agama dalam mendukung pembinaan kepribadian warga binaan. “Pembinaan tidak cukup hanya dengan keterampilan, tapi juga perlu sentuhan rohani. Firman Tuhan memberi harapan dan arah hidup baru bagi mereka yang ingin bangkit,” ujar beliau. Kolaborasi ini diharapkan terus terjaga demi menciptakan lapas yang tidak hanya aman, tetapi juga menjadi tempat perubahan.

Melalui ibadah yang rutin dan bimbingan yang menyentuh hati, Gereja di Lapas Kelas III Mamasa menjadi titik awal dari proses pembaruan hidup. Di balik jeruji, iman tetap tumbuh, harapan tetap hidup. Karena di balik batasan fisik, selalu ada ruang bagi pertobatan, pengharapan, dan kehidupan yang diperbarui dalam kasih dan firman Tuhan.

@kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #kemenimipas #ditjenpas #ditjenpassulbar #PemasyarakatanPastiBermanfaat #BoyRamdan #AgusAndrianto #Abimanyu #LapasMamasa #diarylapasmamasa