Mengaji dan Menghapal Sebagai Jembatan Perubahan Warga Binaan
Kegiatan mengaji dan menghapal bukan hanya rutinitas rohani, tetapi sebuah perjalanan batin yang membuka ruang bagi warga binaan untuk menemukan kembali jati diri mereka. Di balik setiap huruf dan ayat yang dipelajari, terdapat pesan moral yang menguatkan hati, menenangkan pikiran, dan menuntun mereka menuju perubahan yang lebih bermakna. Bagi warga binaan, aktivitas ini menjadi jeda penuh makna di tengah proses pemasyarakatan, sekaligus pintu untuk menata ulang cara pandang terhadap kehidupan.
Pembinaan mengaji dan menghapal juga berfungsi sebagai sarana disiplin diri. Proses mengulang, mengingat, dan memahami ayat-ayat Al-Qur’an melatih kesabaran serta ketekunan. Dalam pembinaan ini, warga binaan belajar bahwa perubahan tidak pernah terjadi secara instan—melainkan melalui usaha yang konsisten. Pendampingan para pembina semakin memperkuat perjalanan mereka, memberikan bimbingan sekaligus teladan dalam menjalani keseharian dengan nilai-nilai kebaikan.
Lebih dari itu, kegiatan ini menjadi jembatan untuk menghubungkan masa lalu dengan harapan baru. Warga binaan tidak hanya dibimbing untuk memahami teks, tetapi juga menghidupkan maknanya dalam sikap dan perilaku. Pelan namun pasti, rasa percaya diri dan harapan tumbuh kembali. Mengaji dan menghapal akhirnya menjadi bekal spiritual yang mempersiapkan mereka kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang lebih matang, bijak, dan siap menjalani hidup dengan arah baru.
#kementerianimigrasidanpemasyarakatan #Kemenimipas #DirektoratJenderalPemasyarakatan #DItjenpas #menteriimigrasidanpemasyarakatan #Menimipas #AgusAndrianto #KanwilDitjenpasSulbar #RamdaniBoy #Abimanyu #LapasMamasa #diarylapasmamasa





