Dari Lapas untuk Masyarakat, Produksi Lemari Berkualitas
Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Mamasa terus mengoptimalkan program pembinaan kemandirian bagi warga binaan melalui kegiatan produktif yang bernilai guna. Salah satu bentuk pembinaan tersebut diwujudkan melalui pembuatan lemari pakaian dari kayu sebanyak 10 unit yang merupakan pesanan dari masyarakat mamasa.
Kegiatan ini melibatkan warga binaan yang telah memiliki keterampilan pertukangan, serta didampingi langsung oleh petugas pembinaan. Proses pengerjaan dilakukan secara terencana dan terukur, mulai dari pemilihan bahan kayu, perakitan, hingga tahap finishing, dengan tetap memperhatikan standar kualitas dan keselamatan kerja.
Selain meningkatkan keterampilan teknis, kegiatan pembuatan lemari ini juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan kerja sama di antara warga binaan. Pembinaan kemandirian tersebut diharapkan mampu membekali warga binaan dengan keahlian yang dapat dimanfaatkan sebagai bekal hidup mandiri setelah selesai menjalani masa pidana.
Pesanan ini menjadi bukti nyata kepercayaan masyarakat terhadap hasil pembinaan yang dilaksanakan di dalam Lapas Kelas III Mamasa. Hal tersebut sekaligus menunjukkan bahwa warga binaan mampu menghasilkan karya yang dapat bersaing, memiliki nilai ekonomi dan bermanfaat bagi masyarakat luas.
Melalui kegiatan pembinaan produktif ini, Lapas Kelas III Mamasa berkomitmen untuk terus mendorong program pembinaan yang berkelanjutan, sejalan dengan tujuan pemasyarakatan dalam membentuk warga binaan yang berdaya guna, mandiri, dan siap kembali berperan positif di tengah masyarakat.
#kementerianimigrasidanpemasyarakatan #Kemenimipas #DirektoratJenderalPemasyarakatan #DItjenpas #menteriimigrasidanpemasyarakatan #Menimipas #AgusAndrianto #KanwilDitjenpasSulbar #RamdaniBoy #Abimanyu #LapasMamasa #diarylapasmamasa





