Langkah Digital, Lapas Terkendali: Sosialisasi Brizzy untuk WBP di Lapas Kelas III Mamasa
Sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan teknologi dan peningkatan kualitas layanan pemasyarakatan, Lapas Kelas III Mamasa menggelar sosialisasi penggunaan aplikasi Brizzy kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) pada Kamis, 24 Juli 2025. Bertempat di aula Lapas, kegiatan ini diikuti oleh perwakilan warga binaan dari seluruh kamar hunian serta jajaran petugas pelayanan tahanan dan pembinaan. Sosialisasi ini bertujuan mendorong sistem transaksi non-tunai dan mengurangi peredaran uang fisik di dalam lingkungan lapas.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari kebijakan Direktorat Jenderal Pemasyarakatan yang mengarahkan seluruh UPT Pemasyarakatan untuk mulai menerapkan sistem keuangan digital bagi WBP guna menciptakan transparansi, keamanan, dan efisiensi dalam pengelolaan dana. Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan penjelasan terkait fungsi, manfaat, dan mekanisme penggunaan aplikasi Brizzy, mulai dari pengisian saldo hingga proses transaksi yang dilakukan secara digital melalui fasilitas yang tersedia di dalam lapas.

Para warga binaan menyambut baik program ini dan menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi tanya jawab. Tidak sedikit dari mereka yang menyampaikan rasa penasaran serta semangat untuk mencoba sistem baru yang dinilai lebih praktis dan aman. Petugas juga menyiapkan sesi simulasi penggunaan aplikasi untuk memastikan WBP memahami cara penggunaannya secara langsung.
Dalam arahannya, Kepala Lapas Kelas III Mamasa, Abimanyu Novarian Ustadi, menyampaikan bahwa penggunaan Brizzy merupakan langkah strategis untuk menekan potensi penyalahgunaan uang tunai serta meningkatkan akuntabilitas layanan keuangan bagi warga binaan. “Langkah digital ini bukan sekadar perubahan sistem, tetapi juga perubahan pola pikir. Kita ingin membangun budaya tertib, aman, dan transparan, serta mempersiapkan warga binaan untuk hidup lebih mandiri di era digital,” ungkap Kalapas.
Dengan terselenggaranya sosialisasi ini, Lapas Kelas III Mamasa menegaskan komitmennya dalam membangun pemasyarakatan yang lebih modern dan adaptif terhadap kemajuan zaman. Ke depan, pendampingan akan terus dilakukan agar seluruh warga binaan dapat menggunakan Brizzy secara optimal, sehingga sistem non-tunai benar-benar menjadi bagian dari keseharian mereka di balik tembok lapas.
@kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #kemenimipas #ditjenpas #ditjenpassulbar #PemasyarakatanPastiBermanfaat #BoyRamdan #AgusAndrianto #Abimanyu #LapasMamasa #diarylapasmamasa





