Lapas Mamasa Gelar Pembinaan Pertukangan Kayu, Warga Binaan Dibekali Keterampilan Pengolahan Bahan
Mamasa, 8 Maret 2025 – Petugas pembinaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Mamasa kembali menggelar kegiatan pelatihan pertukangan kayu bagi warga binaan. Kali ini, fokus materi pelatihan adalah mempersiapkan bahan mentah menjadi bahan siap olah, yang merupakan tahap penting dalam proses produksi mebel dan konstruksi kayu. Kegiatan ini merupakan implementasi dari rencana strategis Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andriyanto, dalam meningkatkan kualitas pembinaan narapidana melalui program pelatihan keterampilan yang aplikatif dan bernilai ekonomis.
Kepala Lapas Kelas III Mamasa, Hastono, menyampaikan bahwa program ini bertujuan membekali warga binaan dengan keterampilan teknis yang dapat menjadi bekal setelah mereka selesai menjalani masa pidana. “Kami terus mengembangkan berbagai program pembinaan kemandirian, salah satunya adalah pertukangan kayu. Dengan pelatihan ini, warga binaan dapat memahami teknik dasar dalam mengolah bahan mentah, mulai dari pemilihan kayu, pemotongan, hingga proses penghalusan agar siap digunakan dalam produksi,” ungkapnya.

Dalam pelatihan ini, para peserta diajarkan cara mengenali jenis kayu yang sesuai untuk berbagai kebutuhan, teknik penggunaan alat pertukangan seperti gergaji dan serut, serta metode dasar dalam pengolahan kayu yang aman dan efisien. Selain praktik, peserta juga diberikan materi teori terkait standar kualitas bahan siap olah yang dapat memenuhi kebutuhan pasar.
Dengan adanya program ini, diharapkan warga binaan dapat memiliki keterampilan yang berguna setelah mereka kembali ke masyarakat. Lapas Mamasa juga berencana untuk terus meningkatkan kualitas pelatihan dengan mendatangkan instruktur profesional dan membuka peluang kerja sama dengan pihak eksternal guna memasarkan hasil karya warga binaan.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Boy Ramdani, mengapresiasi pelaksanan pembinaan yang dilaksanakan oleh Lapas Kelas III Mamasa. “Pembinaan pertukangan kayu ini menjadi bukti nyata komitmen Lapas Kelas III Mamasa dalam menjalankan pembinaan berbasis kemandirian, sejalan dengan visi pemasyarakatan yang menitikberatkan pada rehabilitasi dan reintegrasi sosial bagi narapidana” ungkapnya.
@kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #kemenimipas #ditjenpas #ditjenpassulbar #PemasyarakatanPastiBermanfaat #ArdianAlamsyah #AgusAndrianto #Hastono #LapasMamasa #DiaryLapasMamasa





