Senin s.d Kamis - 09.00 s.d 15.00
Jumat s.d Sabtu - 08.30 s.d 11.00

Senin s.d Kamis - 09.00 s.d 15.00
Jumat s.d Sabtu - 08.30 s.d 11.00

Lapas Mamasa Genjot Program Ketahanan Pangan melalui Pembinaan Kepribadian

Lapas Mamasa Genjot Program Ketahanan Pangan melalui Pembinaan Kepribadian

Mamasa, 14 Januari 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Mamasa terus menggencarkan program ketahanan pangan melalui pembinaan kepribadian berbasis pertanian. Program ini menitikberatkan pada pelaksanaan pembibitan dan penyemaian bibit sayur-sayuran. Langkah ini diambil sebagai bagian dari komitmen Lapas Mamasa untuk mewujudkan kemandirian dan pemberdayaan warga binaan sekaligus mendukung kebutuhan pangan internal.

Kepala Lapas Mamasa, Hastono, menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memenuhi 5% kebutuhan ketahanan pangan Lapas. “Melalui pembibitan dan penyemaian bibit sayuran seperti bayam, kangkung, cabai, dan tomat, kami tidak hanya mendukung ketahanan pangan Lapas Mamasa, tetapi juga memberikan keterampilan kepada warga binaan yang dapat mereka manfaatkan setelah kembali ke masyarakat,” ujarnya.

Proses pembibitan dan penyemaian dilakukan di lahan pertanian Lapas Mamasa yang dikelola secara mandiri oleh warga binaan dengan supervisi dari petugas. Selain itu, program ini juga melibatkan pelatihan teknis untuk warga binaan, termasuk cara memilih bibit unggul, teknik penyemaian yang efektif, serta pengelolaan pertanian organik yang ramah lingkungan.

Hasil dari program ini mulai menunjukkan dampak positif. Sebagian hasil panen sayuran telah dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur Lapas, mengurangi ketergantungan pada pasokan eksternal. “Kami berharap, dalam jangka panjang, program ini bisa menjadi salah satu upaya strategis untuk mewujudkan Lapas yang lebih mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangannya,” tambah Hastono selaku Kepala Lapas Kelas III Mamasa.

Selain aspek ketahanan pangan, program ini juga berkontribusi pada pembinaan mental dan fisik warga binaan. Aktivitas pertanian dinilai mampu memberikan efek terapeutik, meningkatkan rasa tanggung jawab, dan menanamkan nilai-nilai kemandirian.

Sementara itu, secara terpisah, Plt. Kakanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Ardian Alamsyah, menyampaikan harapannya terkait pelaksanaan program ketahanan Pangan. “Lapas Mamasa berkomitmen untuk terus mengembangkan program ini dengan harapan menjadi model bagi UPT Pemasyarakatan lainnya. Program ini merupakan bukti nyata bahwa pembinaan yang holistik dapat memberikan dampak positif bagi warga binaan maupun institusi” ungkapnya.

@Pemasyarakatan_Sulbar @Kemenkumham @Kementerian Hukum dan HAM RI #KanwilPAsSulbar #KementerianIMIPAS #KamiPasti #ArdianAlamsyah #AgusAndrianto #IMIPASPASTI #Hastono #LapasMamasa #DiaryLapasMamasa