Lapas Mamasa Laksanakan Perawatan Tanaman Pertanian untuk Wujudkan Kemandirian Pangan
Mamasa, 1 Maret 2025 – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Mamasa terus berupaya mewujudkan kemandirian dalam pemenuhan kebutuhan pangan melalui program ketahanan pangan berbasis pertanian. Program ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan tentang pelaksanaan ketahanan pangan di satuan kerja pemasyarakatan.
Salah satu kegiatan utama dalam program ini adalah perawatan dan pemeliharaan tanaman sayur yang telah ditanam di lahan pertanian Lapas Mamasa. Perawatan ini bertujuan untuk memastikan tanaman tumbuh dengan baik hingga mencapai usia panen, sehingga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan dapur Lapas Mamasa maupun pembinaan kemandirian bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kegiatan ini merupakan Upaya berkelanjutan Upaya ketahanan pangan sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Bapak Agus Andriyanto.
Para WBP yang tergabung dalam kegiatan pembinaan pertanian ini didampingi oleh petugas yang memiliki pengalaman dalam bidang pertanian. Mereka dilatih untuk melakukan berbagai teknik perawatan, seperti penyiraman yang terjadwal, pemupukan yang sesuai, serta pengendalian hama agar tanaman tetap sehat dan berkualitas.

“Kegiatan ini tidak hanya bertujuan untuk mendukung ketahanan pangan di dalam Lapas, tetapi juga menjadi sarana pembinaan bagi WBP agar memiliki keterampilan di bidang pertanian. Diharapkan setelah bebas nanti, mereka bisa mengaplikasikan ilmu yang didapat untuk kehidupan yang lebih mandiri,” ujar Hastono selaku Kepala Lapas Mamasa.Selain itu, program ini juga menjadi langkah nyata dalam mengurangi ketergantungan pada pasokan pangan dari luar, sekaligus mendukung konsep pemasyarakatan yang lebih produktif dan berorientasi pada pembekalan keterampilan bagi WBP.
Kepala Lapas Kelas III Mamasa menegaskan bahwa program ini akan terus dikembangkan agar dapat memberikan manfaat jangka panjang. “Kami berkomitmen untuk menjadikan Lapas Mamasa sebagai satuan kerja yang mandiri dalam pemenuhan kebutuhan pangan. Dengan perawatan yang baik, hasil panen dari program pertanian ini diharapkan dapat memenuhi kebutuhan dapur Lapas serta menjadi bekal keterampilan bagi WBP,” sambungya.
Sementara itu, secara terpisah, Kepala Kanwil Ditjen Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Boy Ramdani, mengapresiasi Upaya ketahanan pangan berkelanjutan pada Lapas Kelas III Mamasa. “Dengan adanya program ini, Lapas Mamasa semakin menunjukkan perannya dalam membina WBP melalui kegiatan yang bermanfaat, sekaligus memperkuat ketahanan pangan secara mandiri” ungkapnya.
@kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #kemenimipas #ditjenpas #ditjenpassulbar #PemasyarakatanPastiBermanfaat #ArdianAlamsyah #AgusAndrianto #Hastono #LapasMamasa #DiaryLapasMamasa





