Menanamkan Nilai Religius: Pengawasan Ibadah Sholat Berjamaah di Lapas Kelas III Mamasa
Mamasa, 2 April 2025 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pembinaan kepribadian bagi warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Mamasa terus mengawasi dan membimbing pelaksanaan ibadah sholat berjamaah. Langkah ini dilakukan untuk memastikan warga binaan menjalankan ibadah dengan baik serta menjadikan sholat sebagai bagian dari pembentukan karakter yang lebih religius.
Petugas Lapas secara rutin melakukan pemantauan terhadap pelaksanaan sholat berjamaah di masjid dalam lingkungan lapas. Selain itu, bimbingan keagamaan juga diberikan guna memperdalam pemahaman spiritual warga binaan, sehingga diharapkan dapat menjadi bekal bagi mereka saat kembali ke masyarakat nantinya.
Kepala Lapas Kelas III Mamasa, Hastono, menegaskan bahwa kegiatan keagamaan, termasuk sholat berjamaah, merupakan salah satu program pembinaan yang diharapkan mampu membentuk pribadi yang lebih baik bagi para warga binaan. “Kami berkomitmen untuk terus membina warga binaan melalui pendekatan keagamaan. Sholat berjamaah tidak hanya sebagai kewajiban, tetapi juga sebagai sarana pembinaan mental dan moral,” ujarnya.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Sulawesi Barat, Ramdani Boy, turut mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Lapas Kelas III Mamasa dalam membina warga binaan melalui pendekatan keagamaan. “Pembinaan kepribadian melalui ibadah merupakan langkah positif dalam membentuk sikap dan moral warga binaan. Ini sejalan dengan tujuan pemasyarakatan, yaitu membangun individu yang lebih baik sebelum mereka kembali ke masyarakat,” tuturnya.
Dengan adanya pengawasan dan pembinaan ini, diharapkan warga binaan semakin disiplin dalam menjalankan ibadah serta mampu merefleksikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan sehari-hari.
@kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #kemenimipas #ditjenpas #ditjenpassulbar #PemasyarakatanPastiBermanfaat #ArdianAlamsyah #AgusAndrianto #Hastono #LapasMamasa #DiaryLapasMamasa





