Senin s.d Kamis - 09.00 s.d 15.00
Jumat s.d Sabtu - 08.30 s.d 11.00

Senin s.d Kamis - 09.00 s.d 15.00
Jumat s.d Sabtu - 08.30 s.d 11.00

Penguatan Rehabilitasi Melalui Pengisian WHOQOL dan Self Efficacy di Lapas Kelas III Mamasa

Penguatan Rehabilitasi Melalui Pengisian WHOQOL dan Self Efficacy di Lapas Kelas III Mamasa

Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kualitas layanan pembinaan dan rehabilitasi, Lembaga Pemasyarakatan Kelas III Mamasa telah melaksanakan kegiatan pengisian instrumen WHO Quality of Life (WHOQOL) dan Self Efficacy pada Jumat, 8 Agustus 2025 bertempat di Aula Lapas. Kegiatan ini diikuti oleh Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) dengan pendampingan dari konselor adiksi dan petugas rehabilitasi. Langkah ini menunjukkan komitmen Lapas Mamasa dalam menghadirkan pendekatan pembinaan yang tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menyentuh dimensi psikologis dan sosial warga binaan.

Instrumen WHOQOL yang diisi oleh para WBP mencakup empat domain utama: kesehatan fisik, kesehatan psikologis, hubungan sosial, dan lingkungan. Keempat aspek tersebut merupakan faktor penting dalam menentukan tingkat kesejahteraan dan kualitas hidup seseorang selama menjalani masa pembinaan. Dengan menilai aspek-aspek ini, petugas dapat memperoleh gambaran yang lebih utuh mengenai kondisi mental dan sosial warga binaan, sehingga intervensi rehabilitatif dapat dirancang secara lebih tepat sasaran.

Sementara itu, pengisian instrumen Self Efficacy ditujukan untuk membangun kepercayaan diri warga binaan terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan, mengubah perilaku negatif, serta mengambil keputusan yang positif untuk masa depan. Keyakinan terhadap potensi diri menjadi pondasi penting dalam proses reintegrasi sosial setelah bebas nanti. Dengan melibatkan tenaga profesional dan pelaksanaan yang terstruktur, kegiatan ini menjadi bagian strategis dalam upaya mencetak pribadi warga binaan yang lebih tangguh dan mandiri.

Melalui pendekatan ini, proses rehabilitasi di Lapas Kelas III Mamasa diharapkan dapat terus berkembang menjadi lebih holistik. Evaluasi berkala terhadap perubahan perilaku WBP menjadi langkah tindak lanjut penting dalam mengukur efektivitas program. Ke depan, kegiatan seperti ini dapat menjadi praktik baik yang layak diterapkan di berbagai UPT pemasyarakatan lainnya, sebagai bentuk nyata bahwa pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada hukuman, tetapi juga pembinaan yang humanis dan transformatif.

@kemenimipas @ditjenpas @ditjenpassulbar #kemenimipas #ditjenpas #ditjenpassulbar #PemasyarakatanPastiBermanfaat #BoyRamdan #AgusAndrianto #Abimanyu #LapasMamasa #diarylapasmamasa